Kepada Sang Putri yang Telah Mati

Karya: Noir N.N.

Tengah malam di penghujung kemarau panjang
Sekitar tahun seribu sembilan ratus dua puluh enam

Manakala sang bulan tak lagi tersenyum cemerlang
Seperti awan mendung pun usai menanggung beban
Menjadikan butiran hujan melanda tanpa belas kasihan
Menghunjam jiwa yang berkabung di dalam kesedihan

Perih merasuk ke dalam jiwa meradang
Sakit seolah enggan kunjung hilang
Tak sanggup menginsafi guratan takdir Sang Pencipta
Apakah Tuhan memanglah Mahabijaksana?

O, Tuhan kami, sungguh, memang apalah daya kami
Yang tersungkur di atas tanah pengorbanan
Yang terkungkung di dalam pusara penderitaan
Yang dihiasi bunga-bunga mewangi, namun, tak berarti

Tertuju kepada sang Putri yang telah mati

Seisi semesta raya ini menggemakan doa-doa
Dalam kepasrahan kepada-Nya
Dan demi masa, jagat raya pun memandu
Menuju cahaya bintang di ufuk harapan yang kelabu

Dan angin bertiup menggugurkan daun-daun layu
Saat bunga-bunga terisak haru
Kalam ini menjadi satu persembahan yang abadi
Yang terpuji dan penuh dengan rahmat

Dari kami, rakyatmu yang gugur dalam kesunyian abadi

Surakarta, 08 Juni 2025

Komentar

Postingan Populer