Mors Est Solum

Karya: Noir N.N.

Retak bumi dipijak
Dari langit sayapmu turun
Dari segumpal awan yang buruk rupa
Bidadari ataukah maut?

Siapa yang perintahkan Tuan?
Apakah Dia tak dapat menahan rindu
Agar aku lekas pulang memeluk-Nya?
Atau engkau adalah penjatuhan hukumanku?

Aku tahu betapa hina diriku
Seperti mayat yang hitam membusuk
Dikerubungi oleh lalat dan belatung
Ulah dari manisnya buah amoral
Yang menjadi santapan setiap hariku

Mengapa air mata ini berlinangan, Tuan?
Seperti menyambut sangat riang
Mereka tampak bersorak gembira, bereuforia
Melaju kencang di atas pipi hamba
Kemudian jatuh terhambur setiap butirannya
Mereka agaknya sangat merindukan Tuan

Mungkin tidaklah lama penantian
Jika aku harus memilih dermaga pemberhentian
Dari kemunafikan yang kulabuhkan
Atas pilihan yang Dia berikan, antara hidup atau mati

Maka Tuan tak usah merisaukan
Atau bahkan memberi jamuan kepada belas kasihan
Karena hamba akan memberi jawaban
Bahwasanya, yang ada hanyalah kematian

Surakarta, 15 April 2025

Komentar

Postingan Populer